Musa Tidak Diijinkan Masuk Kanaan

Mazmur 92; 1 Timotius 4:8

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Bacaan kita ini mengacu pada peristiwa yang dicatat di kitab Bilangan 20:2-13, bukan pada Keluaran 17:1-7. Peristiwa yang dicatat dalam Keluaran 17:1-7 dan Bilangan 20:2-13 memiliki kemiripan, namun juga memiliki perbedaan.

 

Persamaannya adalah kedua peristiwa itu sama-sama mengisahkan bangsa Israel yang sedang  mengalami masalah kesulitan air. Orang Israel menggerutu kepada Musa.  Musa mendatangi Tuhan untuk bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?”

 

Perbedaannya adalah waktu antara kedua peristiwa tersebut berselang kurang lebih 40 tahun. Yang dicatat di kitab Keluaran  orang Israel baru keluar dari Mesir. Sedangkan yang dicatat di kitab Bilangan mereka akan masuk ke Kanaan. Di kitab Keluaran Tuhan minta Musa memukul bukit dengan tongkatnya, sedang di kitab Bilangan Tuhan minta Musa mengucapkan kalimat saja! Di Kitab Keluaran, Musa berhasil melakukan perintah Tuhan dengan baik dan benar, sedangkan di Kitab Bilangan Musa gagal!

 

Untuk kesekian kalinya, umat Israel bertengkar dengan Musa soal air. Musa dan Harun kemudian pergi menghadap Tuhan dan Tuhan memberikan perintah tentang apa yang harus mereka lakukan secara cukup mendetail. Namun, Musa ternyata tidak melakukan persis seperti apa yang diperintahkan Tuhan.

 

Ketika Tuhan meminta Musa untuk melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang pernah ia lakukan dulu, ia kemudian tidak lagi memperhatikan firman Tuhan dengan seksama. Akibatnya Musa dinilai Tuhan tidak menghormati kekudusan Tuhan. Sebagai hukumannya, Tuhan tidak mengijinkan Musa memasuki tanah Kanaan.

 

Dalam Ulangan 3:24-25 dikisahkan tentang Musa memohon pada Tuhan agar diijinkan memasuki tanah Kanaan. Namun Tuhan tidak mengabulkannya. Musa hanya diperkenankan naik ke atas gunung Nebo dan melihat negeri Kanaan dari jauh, lalu ia mati di situ. Sepertinya hidup Musa berakhir dengan sedih dan tragis.

 

Namun ketika kita membaca dalam kisah hidup dan pelayanan Tuhan Yesus, maka kita akan mengetahui bahwa Musa dipermuliakan oleh Tuhan melalui peristiwa Transfigurasi Yesus.  Ini adalah peristiwa di mana Yesus dimuliakan di gunung, serta bertemu dengan Musa dan Elia di atas gunung.

Penulis: Pdt. Hadi Sugianto Lie