LET GOD LEAD YOU

Bacaan : Yosua 9: 3-16

Masuknya bangsa Israel ke tanah Kanaan, menimbulkan kegentaran bagi penduduk di sana, salah satunya adalah penduduk negeri Gibeon. Mereka ketakutan dan mulai memikirkan strategi apa untuk menyelamatkan diri mereka. Karena itu mereka membuat sebuah rencana untuk mengelabui para pemimpin Israel. Mereka mendatangi Yosua dengan mengaku sebagai pendatang yang berasal dari jauh. Yosua dan para pemimpin Israel mempercayai mereka, kemudian mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka untuk membiarkan mereka hidup. Namun tiga hari kemudian, diketahuilah bahwa orang-orang itu tinggal dekat mereka. Hal ini menimbulkan kemarahan di kalangan umat, karena mereka takut akan hukuman Tuhan terhadap mereka (Tuhan melarang mereka mengikat perjanjian dengan penduduk Kanaan - Kel. 23:32-33; 34:12; Ul. 7:2).

Bagaimana kesalahan itu bisa terjadi? Catatan dari penulis kitab ini menunjukkan bahwa para pemimpin Israel tergesa-gesa mengambil keputusan. Mereka “tidak meminta keputusan dari Tuhan” (ay. 14), artinya mereka tidak bertanya kepada Tuhan atau meminta nasihat Tuhan. Padahal sejak awal Tuhan sudah berfirman agar Yosua berhati-hati dalam bertindak (Yosua 1:7-8).

Tuhan Israel adalah Tuhan yang mau memimpin. Ia bersedia ditanya dan siap memberikan petunjuk. Ia adalah Tuhan yang mau berurusan dengan kehidupan anak-anak-Nya, sebab Ia tidak pernah menginginkan kita harus menderita karena penderitaan yang tidak perlu. Tuhan tahu bahwa kita cenderung untuk berdosa, melangkah pada jalan yang salah, memuaskan keinginan daging kita, dan menjadi sombong. Hal-hal ini bisa membuat kita salah ambil keputusan atau salah bertindak. Kita membutuhkan arahan Tuhan untuk memimpin kehidupan kita. Amsal 3:6 menyatakan, “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Allah memanggil kita untuk menghampiri-Nya. Ia mau berfirman kepada kita. Ia mau menunjukkan jalan-Nya kepada kita. Kita dapat menghampiri Dia dengan segala pertanyaan kita. Berdoalah! Bacalah firman-Nya! Maka kita akan dituntun-Nya. Kristus menebus kita bukan tanpa rencana. Ia tidak akan membeli kita dengan darah-Nya yang mahal, jika Ia berencana untuk membiarkan kita. Ia mau hidup kita boleh menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Nya di tengah-tengah perjalanan kehidupan kita. Karena itulah Ia mau menuntun kita.

Keputusan-keputusan besar maupun kecil akan menjadi bagian kita. Jangan biarkan pikiran kita yang pendek yang menguasainya. Jangan biarkan hawa nafsu kita yang menyetir langkah-langkah kita. Jangan biarkan keinginan dunia yang menjadi tujuan kita. Jangan sampai kita salah melangkah. Namun, biarlah kita mencari kehendak-Nya melalui doa, firman, dan melalui saudara-saudara kita di dalam Kristus. Marilah kita menata lagi hidup kita. Jangan grusa-grusu dalam membuat keputusan. Carilah kehendak-Nya! Jika terlanjur salah langkah, berbaliklah, carilah lagi Dia dalam doa dan firman, maka engkau akan dituntunNya lagi.

 


Pdt. Hari Soegianto

Penulis: