ORANG BUTA DI BETSAIDA

Bacaan : Markus 8:22-26

Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" (Markus 8:22-23)

Peristiwa Yesus menyembuhkan orang buta di Betsaida terjadi di dalam rangkaian rencana Yesus sebagai Mesias yang akan menderita sengsara dan mati di Yerusalem. Para murid dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan kehidupan dan pelayanan mereka. Khususnya para murid agar dapat percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama melalui para nabi.

Perikop ini terletak di bagian tengah Injil Markus. Bagian pertama Markus (pasal 1-8) menyatakan ketidakmampuan para murid mengenal bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Bagian kedua Markus (pasal 8-16) menyatakan ketidakmampuan para murid untuk memahami bahwa Mesias harus menderita.

Betsaida artinya rumah nelayan. Di Betsaida inilah sebagian murid Yesus berasal, yaitu : Filipus, Andreas, dan Petrus. Mukjizat penyembuhan orang buta ini memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Yesus berkuasa atas segala macam penyakit dan bisa menyembuhkan. Tidak hanya orang buta itu yang perlu kesembuhan dari kebutaan, para murid juga mengalami kebutaan rohani.

Setelah sekian lama para murid mengikut Yesus, ternyata mereka memiliki pemahaman tentang Mesias yang berbeda dengan kemesiasan Yesus. Mereka telah melihat berbagai karya pelayanan dan mukjizat-Nya, namun masih buta dalam arti tidak mengenal siapa Yesus sebenarnya. Maka Yesus perlu memberi 3 (tiga) pembelajaran melalui peristiwa penyembuhan orang buta tersebut.

1. Buta identik dengan hidup dalam kegelapan
Orang yang buta mengalami dirinya tidak bisa melihat terang. Ia perlu dituntun dan perlu bantuan orang lain karena lemah secara fisik.

2. Kesembuhan adalah anugerah Tuhan
Pemulihan fisik adalah anugerah Tuhan. Dalam peristiwa orang buta Betsaida, kesembuhan diberikan melalui proses bertahap.

3. Kesembuhan adalah pembebasan dari kegelapan
Kebutaan secara jasmani menyebabkan manusia ada dalam kegelapan. Namun ada kebutaan secara rohani yang menyebabkan kebinasaan kekal dalam kegelapan neraka. Yesus datang untuk membebaskan manusia dari kegelapan dan membawa kepada keselamatan.

Kesimpulan :
Yesus berkuasa mencelikkan mata jasmani maupun rohani, oleh karena itu kita membutuhkan Yesus. Tanpa Dia, kita akan terus menerus hidup dalam kegelapan. Hanya Yesus penyembuh bagi jiwa yang dalam kegelapan. Yesus adalah harapan bagi dunia yang ada dalam kegelapan dosa.

Pdt. Melati

Penulis: