Cinta dan Komitmen

          “Komitmen tanpa kasih sayang sama saja dengan kontrak. Kasih sayang tanpa komitmen akan pudar seiring dengan datangnya masalah. Setialah karena setia memiliki kasih sayang dan komitmen.” Dalam kita menjalani kehidupan ini kadang kita bisa tidak senang karena Tuhan tidak mendengar doa kita, Tuhan seperti pilih kasih dan lain sebagainya. Sebagai seorang Kristen kita bisa terpaksa dalam menjalani komitmen. Lalu apa yang dilakukan? Kita menemui beberapa orang Kristen melakukan dengan hati yang biasa dalam menjalani komitmen karena takut Tuhan menghukum, karena takut kehilangan berkat dan ragam alasan lainnya. Apa yang seharusnya kita lakukan hidup dalam anugrah Tuhan.

 

          Hubungan Tuhan dan Israel tidak selalu baik, Tuhan selalu mendorong umatNya berjuang untuk cinta dan komitmen kepada Tuhan. Cerita firman Tuhan ini adalah ketika orang Israel akan menyeberang melewati sungai Yordan dan masuk ke tanah Kanaan. Tanah ini berbeda dengan Mesir karena tanah ini sangatlah subur dan Tuhan sendiri menyatakan bahawa tanah ini dipelihara oleh Tuhan. Tuhanpun berjanji kepada Israel akan menenangkan mereka dari musuh, tetapi Tuhan menyatakan bahwa turuti dan dengar dengan baik perintah Tuhan dalam kehidupan mereka sendiri. Bagian ulangan 11 ini perintah untuk mendengarkan firman Tuhan diulang sebanyak 7 kali, bahkan kalau kita lihat tulang punggung dari surat ulangan adalah Ulangan 6:4-5, Dengarlah, hai orang Israel : TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa ! Kasihilah  TUHAN, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa artinya bahwa Tuhan mau umat Israel menunjukkan cinta dan komitmen, bukan hanya sekedar memenuhi perintah tetapi di dalam memenuhi perintah ini ada cinta kepada Tuhan.

 

          Mengapa Cinta dan Komitmen sangat penting? Karena Tuhan terlebih dahulu mencintai bangsa Israel. Tuhan juga mengikatkan dan menjaminkan dirinya untuk cinta kepada kita, sebuah jaminan yang tidak adil karena Tuhan memegang kuat janji sedangkan Israel sering mengingkari atau melakukan wanprestasi. Dengan cinta dan komitmen kita ini tidak mudah jatuh dalam pencobaan. Israel berhasil melewati Yerikho karena mereka taat dan melakukan apa yang Tuhan inginkan, tetapi ketika melawan bangsa Ai yang lebih kecil dari bangsa Yerikho mereka kalah. Penyebabnya adalah karena Akhan mengambil barang jarahan perang dari Yerikho yang dilarang oleh Tuhan. Akhan tidak cinta dan tidak memegang komitmen dan cinta kepada diri sendiri. Saat kita melepaskan cinta dan komitmen kita terhadap Tuhan, saat itu juga kita melepaskan berkat yang Tuhan sudah siapkan! Bukti memelihara cinta dan komitmen dalam masa sekarang adalah dengan beribadah kepada Tuhan meskipun di rumah saja, kita mengikuti ibadah dengan baik.

 

          Mengapa Cinta dan Komitmen penting? Karena Tuhan mau genapkan janjiNya kepada kita. Sebagai bukti bahwa Tuhan menggenapkan janjiNya adalah bangsa Israel bisa memasuki tanah Kanaan. Sekarang yang harusnya kita lakukan adalah yakin sungguh bahwa Tuhan akan menggenapi janjiNya. Cinta dan komitmen adalah seperti gelombang yang membawa kita ke daratan. Cinta dan Komitmen membawa kita mempunyai hati yang baru. Kalau seandainya orang Israel tidak memiliki hati yang baru maka mungkin mereka akan seenaknya sendiri di tanah Kanaan. Tuhan ingin kita memiliki komitmen yang dipenuhi dengan cinta. Dengan ini kita tidak akan seenaknya sendiri dan punya gairah yang baru dan memiliki antusias kepada Tuhan untuk mengerjakan yang baru dan selalu bersyukur kepada Tuhan. Berkat yang baru hanya cocok untuk orang yang punya hati yang baru (cinta dan komitmen kepada Tuhan). Kristus Tuhan kita sudah rela naik ke salib untuk memberikan hati yang baru – injil perspektif yang baru. Tindakan sepenuhnya taat kepada Tuhan.

Penulis: Pdt. Hadi Sugianto Lie